Ulasan tentang rilisan Korean Wave yang berkesan, drama dengan naskah
mendalam, hingga pertumbuhan industri Thai Wave yang semakin menarik.
Semua yang tertulis di sini adalah kurasi pribadi dari apa yang saya
tonton dan dengarkan.
K-POP|27 Maret 2026
Kenapa K-Pop Susah Banget Buat Berhenti Didengarkan?
TREASURE dalam konser Treasure Tour: Pulse On —
membuktikan bahwa produksi panggung K-Pop adalah pengalaman
visual dan emosional yang sulit dilupakan.
TREASURE adalah salah satu grup K-Pop yang membuktikan bahwa
konsistensi adalah kunci. Debut di bawah YG Entertainment pada 2020,
mereka terus berkembang dengan sound yang semakin matang dan
panggung yang semakin besar. Treasure Tour: Pulse On
bukan sekadar konser — ia adalah pernyataan bahwa mereka
datang untuk bertahan lama.
Yang bikin K-Pop susah berhenti didengarkan bukan cuma musiknya.
Ada cerita di balik setiap lagu, ada perjuangan di balik setiap
penampilan. TREASURE sendiri melewati proses trainee yang panjang
sebelum akhirnya bisa berdiri di panggung sebesar ini —
dan itu terasa dalam setiap gerakan yang mereka bawakan.
Melihat foto mereka di atas panggung dengan ribuan lightstick
biru menyala di kegelapan, aku selalu ingat kenapa pertama kali
jatuh cinta pada K-Pop. Bukan karena sempurna —
tapi karena terasa nyata, terasa manusiawi,
dan selalu berhasil membuat hati penuh tanpa alasan yang jelas.
K-DRAMA|27 Maret 2026
Queen of Tears: Ketika Cinta Belajar Memilih Lagi
Kim Soo-hyun dan Kim Ji-won dalam Queen of Tears (2024) —
chemistry keduanya membuktikan bahwa cinta yang retak
masih bisa menemukan jalannya kembali.
Tidak semua kisah cinta dimulai dengan pertemuan yang manis.
Queen of Tears justru membuka cerita dari titik yang
paling menyakitkan — sebuah pernikahan yang hampir hancur,
dua orang yang sudah terlalu lelah untuk bertahan, namun
terlalu dalam untuk benar-benar pergi.
Kim Soo-hyun dan Kim Ji-won membawa karakter mereka dengan
sangat manusiawi. Tidak ada yang murni jahat, tidak ada yang
sepenuhnya benar. Hanya dua orang dengan luka masing-masing,
yang perlahan belajar untuk melihat satu sama lain lagi —
bukan sebagai musuh, tapi sebagai seseorang yang pernah
dan masih dicintai.
Scene mereka berjalan berdampingan sambil memegang buket
lavender kecil itu sederhana, tapi entah kenapa justru
yang paling membekas. Kadang K-Drama tidak butuh dialog
panjang atau musik yang dramatis — cukup dua orang,
satu momen, dan perasaan yang tidak perlu dijelaskan.
THAI POP|20 Maret 2026
RISER The First Rise: Wajah Baru Industri Hiburan Thailand
RISER Concert: The First Rise (13–15 Februari 2026)
di Impact Arena, Bangkok — konser perdana label RISER Music
yang menampilkan seluruh artisnya dalam satu panggung besar.
The First Rise — judulnya sudah mengatakan segalanya.
Digelar pada 13–15 Februari 2026 di Impact Arena, Muang Thong Thani,
Bangkok, ini adalah konser pertama label RISER Music yang menaungi
artis-artis GMMTV secara penuh. Bukan konser biasa — ini adalah
deklarasi bahwa T-Pop sedang naik ke level berikutnya.
Konser ini menampilkan seluruh lineup artis RISER Music — mulai dari
grup LYKN, JASP.ER, FELIZZ, dan CLO'VER, hingga para solois
seperti Krist Perawat, Nanon Korapat, Win Metawin, Gemini Norawit,
Fourth Nattawat, Phuwin Tangsakyuen, dan Perth Tanapon.
Momen yang paling ditunggu adalah penampilan pair-pair ikonik —
Gemini–Fourth, Pond–Phuwin, hingga reuni Krist–Nanon yang
membuat penonton histeris.
Melihat begitu banyak artis berdiri di satu panggung dengan
tangan terangkat, di hadapan ribuan penonton yang datang dari
berbagai negara — ada sesuatu yang sangat tulus di sana.
RISER Music membuktikan bahwa T-Pop bukan hanya sedang tumbuh,
tapi sedang bergerak dengan identitasnya sendiri,
tanpa perlu meniru siapapun.
THAI DRAMA|15 Maret 2026
Apa yang Bikin Thai Series Terasa Seperti Ngobrol dengan Teman Lama?
The Gifted (2018, GMMTV) — bukan sekadar drama
sekolah dengan kekuatan super, tapi kritik tajam terhadap
sistem pendidikan yang tidak adil, dibungkus dalam
thriller yang tidak bisa berhenti ditonton.
The Gifted dimulai dengan premis yang sederhana:
seorang siswa dari kelas paling bawah lolos masuk ke program
elite bernama Gifted — program rahasia yang ternyata dirancang
untuk membangkitkan kemampuan supernatural para siswanya.
Tapi di balik itu semua, ada konspirasi gelap yang selama
bertahun-tahun disembunyikan dari generasi ke generasi.
Yang membuat serial produksi GMMTV ini berbeda adalah
keberaniannya. Lewat perpaduan kemampuan supernatural dengan
kritik sosial yang nyata, The Gifted mendefinisikan ulang
apa yang bisa dicapai oleh drama remaja Thailand.
Hierarki sekolah, eksploitasi siswa, tekanan akademis —
semua dikemas dalam narasi thriller yang menegangkan
tanpa kehilangan satu pun bobotnya.
Dan itulah yang selalu membuatku kembali ke Thai series.
Mereka tidak takut bercerita tentang hal yang berat
dengan cara yang ringan untuk dicerna — tidak menggurui,
tidak berlebihan. Hanya cerita yang jujur, karakter yang
manusiawi, dan perasaan bahwa kamu sedang ngobrol dengan
seseorang yang benar-benar mengerti.
KOREA VS THAILAND|10 Maret 2026
Korea atau Thailand — Mana yang Lebih Mencuri Hatimu?
Para artis GMMTV — wajah-wajah yang lebih dulu dikenal
lewat series sebelum akhirnya membawa energi yang sama
ke atas panggung musik.
Pertanyaan ini sering muncul di kolom komentar, di grup
chat, bahkan di kepala aku sendiri — Korea atau Thailand,
mana yang lebih bagus? Tapi semakin lama aku tenggelam
di keduanya, semakin aku sadar bahwa pertanyaan itu
kurang tepat. Bukan soal mana yang lebih bagus.
Soal apa yang mereka masing-masing bisa berikan
yang tidak bisa diberikan yang lain.
K-Pop dan K-Drama datang dengan produksi yang megah,
worldbuilding yang detail, dan kemampuan membangun
emosi secara bertahap hingga meledak di momen
yang paling tidak terduga. Ada jarak yang terasa
antara idol dan penonton — bukan jarak yang dingin,
tapi jarak yang justru menciptakan rasa kagum.
Kamu memandang ke atas, dan merasa terinspirasi.
Thai series dan Thai pop bergerak dengan cara yang
berbeda. Artis GMMTV — yang lebih dulu kamu kenal
sebagai karakter di layar — terasa seperti orang
yang kamu sudah kenal lama. Ketika mereka naik
ke panggung musik, kamu tidak hanya menikmati
penampilannya. Kamu ikut bangga, seolah menemani
perjalanan seseorang yang tumbuh di depan matamu.
Itu bedanya. Korea membuatmu kagum. Thailand
membuatmu merasa dekat. Dan aku? Aku tidak mau
memilih — karena keduanya mengisi bagian yang
berbeda dari playlist dan watchlist-ku,
dengan cara yang tidak bisa saling menggantikan.